Wednesday, May 14, 2014

BAB 3 - TRANSFORMATOR DAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA

Prinsip Kerja Transformator

Komponen Transformator (trafo)

Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Bagian-Bagian Transformator

Contoh Transformator                    Lambang Transformator
Pada skema transformator di samping, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.



Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Vp = tegangan primer (volt) 
Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Simbol Transformator
  1. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
  1. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
  1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
  1. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
  1. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,
  • Trafo step up/down untuk menaikkan atau menurunkan tegangan.
  • Trafo adaptor untuk mengubah tegangan dari arus AC ke arus DC.
  • Trafo IF (frekuensi menengah) untuk penguat frekuensi menengah pada radio penerima.
  • Trafo OT (Out Put) digunakan pada rangkaian penguat, receiver dan perangkat audio atau audio visual.

Sistem Distribusi Daya



Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).








Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu:
Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:
 Sehingga dapat dituliskan:


Penggunaan Transformator

Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.



Fungsi Trafo

Transformator banyak digunakan dalam teknik elektro. Dalam sistem komunikasi, transformator digunakan pada rentang frekuensi audio sampai frekuensi radio dan video, untuk berbagai keperluan. Dalam setiap peralatan yang dibuat dari rangkaian elektronika selalu menggunakan trafo atau transformator.  Yang dimaksud dengan trafo ini adalah alat yang berbentuk gulungan kawat yang ber – fungsi untuk memindahkan tenaga dari input ke output.

Trafo yang dipergunakan dalam rangkaian elektronika berbeda fungsi – nya dengan trafo yang dipergunakan untuk teknik listrik.  Pada trafo untuk keperluan rangkaian elektronika biasanya berbentuk kecil dan dengan arus yang kecil pula, baik untuk trafo input maupun trafo outputnya.
Sedangkan kalau pada teknik listrik, meskipun bentuknya hampir sama, namun berbeda fungsi, dalam arti memiliki tegangan arus yang tinggi.  Tetapi dalam bentuk skemanya sama saja, baik untuk trafo arus tinggi, arus rendah, arus sedang, trafo step down.
Lambang untuk trafo dalam skema biasa disingkat Tr atau OT yang berarti output trafo dan IT berarti input trafo.  Jenis komponen ini bermacam-macam.  Sesuai dengan fungsi kegunaannya maka trafo terbagi ke dalam beberapa jenis :
Sistem Jaringan Distribusi
            Pada dasarnya dalam sistem tenaga listrik, dikenal 3 (tiga) bagian utama seperti pada gambar 2.1 yaitu :
·         Pusat – pusat pembangkit tenaga listrik, merupakan tempat dimana terdapat mesin –mesin yang membangkitkan tenaga listrik, dilengkapi dengan gardu induk penaik tegangan dimana tegangan rendah yang dihasilkan generator dinaikan menjadi tegangan tertentu dengan transformator penaik tegangan.
·         Saluran – saluran transmisi/saluran udara tegangan tinggi (SUTT) berfungsi menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk pusat pembangkit ke gardu induk yang lain dengan jarak yang jauh.

Fungsi sistem jaringan adalah menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat suplai (gardu induk) ke pusat – pusat /kelompok beban (gardu trafo/distribusi) dan konsumen dengan mutu memadai.
            Pada bagian berikut akan diberikan penjelasan lebih detail mengenai sistem jaringan distribusi.
2.2 Sistem Jaringan Distribusi
Jaringan distribusi berdasarkan letak jaringan terhadap posisi gardu distribusi, dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu : [2]
·         Jaringan distribusi primer (jaringan distribusi tegangan menengah).
·         Jaringan distribusi sekunder (jaringan distribusi tegangan rendah).
Jaringan distribusi primer (JDTM) merupakan suatu jaringan yang letaknya sebelum gardu ditribusi berfungsi menyalurkan tenaga listrik bertegangan menengah (misalnya 6 kV atau 20 kV).hantaran dapat berupa kabel dalam tanah atau saluran/kawat udara yang menghubungkan gardu induk (sekunder trafo) dengan gardu distribusi atau gardu hubung (sisi primer trafo didtribusi).
Jaringan distribusi sekunder (JDTR) merupakan suatu jaringan yang letaknya setelah gardu distribusi berfungsi menyalurkan tenaga listrik bertagangan rendah (misalnya 220 V/380 V). Hantaran berupa kabel tanah atau kawat udara yang menghubungkan dari gardu distribusi (sisi sekunder trafo distribusi) ke tempat konsumen atau pemakai (misalnya industri atau rumah – rumah).
Sedangkan untuk gardu distribusi sendiri adalah suatu tempat/ sarana, dimana terdapat transformator step down yaitu transformator yang menurunkan tegangan dari tegangan menengah menajdi tegangan rendah(sesuai kebutuhan konsumen).
Berdasarkan konfigurasi jaringan, maka sistem jaringan distribusi dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) macam, yaitu sistem jaringan distribusi radial, loop dan spindel.

2.3 Sistem Jaringan Distribusi Radial.
            Bentuk jaringan ini merupakan bentuk yang paling sederhana, banyak digunakan dan murah. Dinamakan radial karena saluran ini ditarik secara radial dari suatu titik yang merupakan sumberdari jaringan itu dan dicabang – cabangkan ke titik – titik beban yang dilayani, seperti terlihat pada gambar 2.2.

Catu daya berasal dari satu titik sumber dan karena adanya pencabangan – pencabangan tersebut, maka arus beban yang mengalir disepanjang saluran menjadi tidak sama sehingga luas penampang konduktor pada jaringan bentuk radial ini ukurannya tidak sama sehingga luas penampamg konduktor pada jaringan bentuk radial ini ukurannya tidak sama karena arus yang paling besar mengalir pada jaringan yang paling dekat dengan gardu induk. Sehingga saluran yang paling dekat dengan gardu induk ini ukuran penampangnya relatif besar dan saluran cabang – cabangnya makin ke ujung dengan arus beban yang lebih kecil mempunyai ukuran konduktornya lebih kecil pula. Spesifikasi dari jaringan bentuk radial ini adalah :
a.    Bentuknya sederhana.
b.    Biaya inverstasinya murah.
c.    Kualitas pelayanan dayanya relatif jelek, karena rugi tegangan dan rugi daya yang terjadi pada saluran relatif besar.
d.    Kontinuitas pelayanan daya kurang terjamin sebab antara titik sumber dan titik beban hanya ada satu alternatif saluran sehingga bila saluran tersebut mengalami pemadaman total, yaitu daerah saluran sesudah atau dibelakang titik gangguan selama gangguan belum teratasi.
Untuk melokalisisr gangguan pada bentuk radial ini biasanya dilengkapi dengan peralatan pengaman, fungsinya untuk membatasi daerah yang mengalami pemadaman total, yaitu daerah saluran sesudah atau dibelakang titik gangguan selama gangguan belum teratasi.

2.4 Sistem Jaringan Distribusi Loop.
            Jaringan ini merupakan bentuk tertutup, disebut juga bentuk jaringan ring.
Susunan rangkaian saluran membentuk ring, seperti terlihat pada gambar 2.3 yang memungkinkan titik beban terlayani dari dua arah saluran, sehingga kontinuitas pelayanan lebih terjamin serta kualitas dayanya menjadi lebih baik, karena drop tegangan dan rugi daya saluran menjadi lebih kecil.

Bentuk sistem jaringan distribusi loop ini ada 2 macam yaitu :
a.    Bentuk open loop, bila dilengkapi dengan normallly open switch yang terletak pada salah satu bagian gardu distribusi, dalam keadaan normal rangkaian selalu terbuka.
b.    Bentuk close loop, bila dilengkapi dengan normally close switch yang terletak pada salah satu bagian diantara gardu distribusi, dalam keadaan normal rangkaian selalu tertutup.
Struktur jaringan ini merupakan gabungan dari dua buah struktur jaringan radial, dimana pada  ujung dari dua buah jaringan dipasang sebuah pemutus (PMT), pemisah (PMS). Pada saat terjadi gangguan, setelah gangguan dapat diisolir, maka pemutus atau pemisah ditutup sehingga aliran daya lidtrik ke bagian yang tidak terkena gangguan tidak terhenti. Pada umumnya penghantar dari struktur ini mempunyai struktur yang sama, ukuran konduktor tersebut dipilih sehingga dapat menyalurkan seluruh daya listrik beban struktur loop, yang merupakan jumlah daya listrik beban dari kedua struktur radial.
Jaringan distribusi loop mempunyai kualitas dan kontinuitas pelayanan daya yang lebih baik, tetapi biaya investasi lebih mahal dan cocok digunakan pada  daerah yang padat dan memerlukan keandalan tinggi.

2.5 Sistem Jaringan Distribusi Spindel
Jaringan distribusi spindel (seperti gambar 2.4) merupakan saluran kabel tanah tegangan menengah (SKTM) yang penerapannya sangat cocok di kota – kota besar.

Adapun operasi sistem jaringan sebagai berikut :
a.    Dalam keadaan normal semua saluran digardu hubung (GH) terbuka sehingga semua SKTM beroperasi radial.
b.    Dalam keadaan normal saluran ekspress tidak dibebani dan dihubungkan dengan rel di gardu hubung dan digunakan sebagai pemasok cadangan dari gardu hubung.
c.    Bila salah satu seksi dari SKTM mengalami gangguan, maka saklar beban di kedua ujung seksi yang terganggu dibuka. Kemudian seksi – seksi sisi gardu induk (GI) mendapat suplai dari GI, dan seksi – seksi gardu hubung mendapat suplai dari gardu hubung melalui saluran ekspress.
Sistem jaringan distribusi spindel sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan antara lain :
a.    Peningkatan keandalan atau kontinuitas pelayanan sistem.
b.    Menunukan atau menekan rugi – rugi akibat gangguan.
c.    Sangat baik untuk mensuplai daerah beban yang memiliki kerapatan beban yang cukup tinggi.
d.    Perluasan jaringan mudah dilakukan.

Friday, May 9, 2014

BAB 2 - DIAGRAM LISTRIK INDUSTRI

DIAGRAM TANGGA

Diagram tangga (diagram garis atau dasar) adalah skema penyajian rangkaian listrik. Pada skema ini, dua garis power dihubungkan dengan sumber-daya dan berbagai rangkaian terpasang diantaranya seperti anak tangga pada gambar di bawah ini



  





Perhatikan bahwa diagram tangga adalah skema penyajian dari rangkaian, bukan penyajian fisik. Komponen-komponen listrik dan penghantar disusun menurut fungsi listrik pada rangkaian yaitu, secara skematis. Penyerdehanaan adalah tujuan dari skema tata letak diagram tangga. Keruwetan diagram dapat dikurangi dengan menunjukkan setiap rangkaian sebagai suatu garis vertikal tunggal.

Pada beberapa diagram anda dapat melihat garis penghantar yang tebal dan yang tipis (gambar di bawah ini). Garis tebal digunakan untuk penghantar yang membawa arus itnggi, misalnya Lin utama dan ujung-ujung motor ac. Garis yang tipis digunakan untuk rangkaian pengendali misal saklar, timer dan relai. Penghantar dapat bersebrangan satu sama lain tetapi tidak membuat kontak listrik; ini disajikan dengan garis saling menyilang dengan tanpa diberi titik. Penghantar membuat kontak disajikan oleh titik tebal pada sambungan.




Pada umumnya skema dapat dibagi menjadi dua bagian pokok : rangkaian daya dan rangkaian pengendali. Tujuan mempunyai rangkaian daya dan rangkaian pengendali adalah untuk menyediakan adalah untuk menyediakan pengendali dari mesin tanpa menggunakan alat (misal kontaktor dan pengawatan) dan harus membutuhkan banyak ampere. Dengan menggunakan alat seperti kontaktor, kita dapat mengendalikan motor ac atau beban yang lain yang menarik ampere dalam jumlah besar dengan sistem pengendali yang dapat menggunakan tegangan lebih rendah dan ampere yang jauh lebih kecil. Rangkaian daya memperlengkapi daya utama dan daya untuk motor ac sedangkan rangkaian pengendali memperlengkapi pengendali.




Semua saklar dan kontak relai dapat diklasifikasikan sebagai normally open dan normally closed. Posisi yang digambarkan pada diagram adalah karakteristik listrik dari tiap alat yang akan ditemui ketika dibeli dan tidak dihubungkan pada rangkaian apapun. Dalam hal ini menunjukkan pada posisi off-the-shelf. Ini perlu diketahui sebab dapat juga menyajikan pososo tidak mendapatkan energi (de-energized) suatu rangkaian. Posisi ini menunjuk pada posisi komponen ketika rangkaian mendapat energi,  atau tanpa power pada rangkaian. Pengertian penting dari referensi ini sering digunakan sebagai titik awal pada analisis operasi rangkaian.




Untuk mengidentifikasi kumparan relai dan beberapa kontaknya, kita memberi huruf pada lingkaran kumparan ini.

Masing-masingkontak yang dioperasikan oleh kumparan ini akan mempunyai huruf kumparan atau huruf-hurf yang ditulis disamping simbol untuk kontak tersebut. Kadang-kadang jika ada beberapa kontak yang dioperasikan oleh suatu kumparan, angka akan ditambahkan pada huruf untuk menunjukkan nomor kontak. Meskipun ada arti yang baku dari huruf-huruf tersebut, diagram umumnya menyediakan daftar kunci untuk menunjukkan arti huruf-huruf itu; umumnya huruf-huruf itu diambil dari nama alat.




Beban adalah alat listrik pada diagram garis atau tangga yang menggnakan listrik dari L1 ke L2. Relai pengendali, kumparan (solenoid), dan lampu pilot adalah contoh-contoh beban. Paling tidak satu peralatan beban harus dimasukkan pada tiap anak tangga (rangkaian individual) diagram. Tanpa suatu alat beban, alat pengendali itu akan merubah suatu rangkaian terbuka menjadi rangkaian hubung singkat antara L1 ke L2.



Semua beban mempunyai satu sisi yang terhubung ke L2 seperti gambar di bawah ini. Umumnya, pada setiap satu garis rangkaian antara L1 ke L2 dipasang tidak lebih dari satu beban. Apabila harus dipasang lebih dari satu beban pada diagram garis itu, beban harus dihubungkan secara paralel. Hal ini untuk memastikan bahwa tegangan line penuh dari L1 ke L2 akan dirasakan pada tiap-tiap ujung beban. Jika beban dihubungkan seri tidak satupun beban akan menerima tegangan line penuh yang diperlukan untuk operasi sempurna.



Anda dapat mengingat bahwa pada rangkaian seri tegangan yang dipakai dibagi antara masing-masing beban. Pada rangkaian paralel tegangan antara masing-masing cabang sama dan nilainya sama dengan tegangan yang diberikan.beban operasional dengan alat pengendali misal saklar, tombol tekan, saklar pembatas, dan saklar tekanan. Alat pengendali dihubungkan antara L1 dan beban. Semua tambahan alat pengendali STOP atau OFF harus dipasang seri. Semua tambahan alat pengendali START atau ON harus dipasang paralel.  Gambar dibawah ini




Ladder diagram menggunakan angka untuk membantu anda menemukan alat listrik, lokasi kawat yang telah diberi nomor, dan lokasi skematis. Tiap garis atau anak tangga tanda (garis 1,2,3,dst) dimulai dari garis teratas dan dibaca kebawah. Garis dapat didefenisikan sebagai lintasan lengkap dai L1 ke L2 yang berisi beban. Gambar dibawah ini menggambarkan pemberian tanda tiap garis pada diagram garis dengan tiga garis terpisah. Angka yang dilingkari mengidentifikasikan garis pada gambar fisik; anda tidak akan mendapatkan angka tersebut dimanapun pada panel listrik.



Nomor-nomor tersebut digunakan sebagai pertolongan dalam membaca diagram. Nomor-nomor tersebut bersesuaian dengan nomor-nomor pengenal kawat pada ladder diagram. Jadi, pada garis 3 (gambar dibawah ini) anda dapat melihat tiga nomor kawat; 1,6 dan 2.



Kawat-kawat yang bersama satu sama lain biasanya ditandai dengan nomor tunggal pada diagram. Contoh kawat 2 (garis 1 dan 3 diperlihatkan pada gambar berikut) mempunyai tanda angka tunggal. Sekarang anda tahu bahwa semua kawat yang bersama pada kawat yang diberi nomor ini adalah juga kawat-kawat nomor dua. Pada sisi kanan diagram tangga dekat dengan kawat-bersama pengendali adalah suatu seri penjelasan. Deskripsi tersebut menunjukkan fungsi dari rangkaian itu dengan output alat rangkaian pengontrol.






Garis putus-putus menunjukkan fungsi mekanis, bukan penghantar listrik. Pada gambar 7 garis putus-putus tegak pada tombol tekan FWD dan REV menunjukkanbahwa kontak tersebut secara mekanis terhubung, jadi dengan menekan tombol tersebut akan membuka satu perangkat kontak dan menutup yang lain.






Jika rangkaian pengendali disuplai dari rangkaian yang ditanahkan, pengendali harus dihubungkan juga, sehingga bila terjadi suatu kecelakaan yang berkaitan dengan pentanahan pada rangkaian pengendali, tidak akan menjalankan motor ac atau membuat tombol tekan bekerja atau pengendali tidak beroperasi. Gambar  berikut menunjukkan pengendalitransformator yang ditanahkan dengan baik. Ketika rangkaian bekerja, seluruh rangkaian di sebelah kiri kumparan R merupakan rangkaian yang tidak ditanahkan (disebut kaki “panas”). Oleh karena itu, setiap ada hubungan dengan tanah, pada rangkaian yang tidak ditanahkan akamn memutuskan sekering transformator pengendali.







Apa yang terjadi jika rangkaian ditanahkanpada L1 (gambar dibawah ini). Hubungan ke tanah pada setiap tempat pada rangkaian pengendali akan mengaktifkan output alat. Hubungan pendek ke tanah tidak akan memutuskan sekering, hubungan itu akan mengaktifkan rangkaian, menstart motor ac yang tidak diharapkan. Kerusakan alat dan kecelakaan personal sangat mungkin terjadi, jelasnya output alat harus langsung dihubungkan dengan sisi rangkaian yang ditanahkan.




Anda dapat mengingat bahwa hanya ada satu sekering pada sisi rangkaian dari transformator  pengendali. Ada suatu sekering pada sisi “panas” tetapi tidak pada sisi netral yang ditanahkan. Jika sekering dipasang pada sisi yang ditanahkan dan terbuka serta sekering pada sisi tanah dibiarkan menghantar, maka rangkaian akan inoperatif, tetapi penghantar akan tetap hidup. Meskipun rangkaian tidak dapat berfungsi, tetap dapat mengundang bahaya kepada siapa saja yang bekerja disitu. Dalam praktek, sekering tidak pernah dipasang pada sisi rangkaian yang ditanahkan.

Dalam membaca ladder diagram kita harus mengikuti beberapa aturan pokok:

-    Bacalah skema dari kiri ke kanan
-    Bacalah skema dari atas ke bawah
-    Perhatikan bahwa pada diagram skema semua alat ditunjukkan dalam keadaan tidak diberi penguatan
-    Apabila kumparan yang mengendalikan seperangkat kontak diberi penguatan, ubahlah kontak-kontak pada skema anda dalam keadaan diberi penguatan.

  • DIAGRAM PENGAWATAN

Diagram pengawatan dimaksudkan untuk menunjukkan hubungan sebenarnya dan lokasi fisik dari semua bagian komponen pada rangkaian. Kumparan, kontak, motor dan sejenisnya yang diperlihatkan pada posisi sebenarnya akan ditemui pada instalasi. Karena hubungan pengawatan dan pemberian tanda ujung diperlihatkan, maka jenis diagram ini sangat membantu dalam pengawatan alat dan melacak kawat-kawat dalam mencari kesalahan

BAB 1 - KESELAMATAN INDUSTRI






Keselamatan adalah prioritas utama pada setiap pekerjaan. Kecelakaan listrik dapat menyebabkan luka yang serius bahkan kematian. Kecelakaan listrik terjadi akibat kebocoran, atau kurangnya pengertian tentang listrik. Makalah ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan terhadap bahaya sumber listrik dan bahaya potensial yang mungkin muncul pada pekerja atau pada fasilitas pelatihan.
Sengatan kejutan listrik
Terkena sengatan listrik terjadi karena seseorang menjadi bagian dari rangkaian listrik. Tiga factor listrik yang terlibat dalam kecelakaan listrik adalah tahanan, tegangan, dan arus.
  • Tahanan Listrik (R) adalah kebalikan dari aliran atau arus pada rangkaian dan diukur dalam satuan ohm. Makin rendah tahanan badan makin besar potensi kecelakaan terkena sengatan listrik.
    Kondisi kulit atau daerah dan tahanannya.
Kondisi kulit atau daerah
Nilai tahanan
Kulit kering
Kulit Basah
Tubuh bagian dalam-tangan sampai kaki
Telinga ke telinga
100.000 sampai 600.000 ohm
1.000 ohm
400 sampai 600 ohm
Kira-kira 100 ohm

  • Voltase (V) adalah tekanan yang menyebabkan aliran arus listrik pada rangkaian dan diukur dalam satuan volt (V). Besarnya tegangan berbahaya bervariasi untuk tiap-tiap individu tergantung pada kondisi tahanan tubuh dan kondisi jantung. Biasanya tegangan di atas 30 V dianggap berbahaya.
  • Arus listrik (I) adalah banyaknya aliran elektron pada suatu rangkaian dan diukur dalam satuan Ampere (A). Banyaknya arus yang mengalir tergantung pada tegangan dan tahanannya.
    Batasan-batasan arus dan pengaruhnya terhadap manusia
No.
Besar Arus
Pengaruh terhadap tubuh manusia
1.
0 – 0.9 mA
Belum dirasakan apa-apa dan tidak menimbulkan reaksi
2.
0,9 – 1,2 mA
Terasa adanya arus, tapi tidak menimbulkan kejang
3.
1,2 – 1,6 mA
Mulai terasa seakan ada yang merayap di dalam tangan
4.
1,6 – 6,0 mA
Tangan sampai siku kesemutan
5.
6,0 – 8,0 mA
Tangan mulai kaku, rasa kesemutan bertambah
6.
13,0 – 15,0 mA
Rasa sakit tidak tertahankan, penghantar masih bisa dilepas
7.
15,0 – 20,0 mA
Otot tidak sanggung lagi melepaskan penghantar
8.
20,0 – 50,0 mA
Dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh manusia
9
50,0 – 100,0 mA
Dapat menyebabkan kematian

Selain ketiga factor diatas, waktu merupakan hal yang harus diperhatikan. Arus yang besar dan waktu yang singkat dapat menyebabkan kematian. Sebaliknya, arus yang kecil ( >5 mA) dalam waktu yang panjang juga akan menyebabkan kematian.

Keselamatan di tempat kerja
Keselamatan merupakan factor yang semakin penting pada lingkungan kerja. Industri listrik khususnya, menempatkan keselamatan sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar sebab merupakan sifat dasar yang membahayakan untuk kelangsungan bisnis. Keamanan pelaksanaan kerja sangat tergantung pada semua personal pabrik dan sikap berhati-hati terhadap setiap potensi bahaya.
Data statistic menunjukkan bahwa 98% dari semua kecelakaan dapat dihindari. Penyebab utama kecelakaan diakibatkan kesalahan manusia sebesar 88 % dan kegagalan bahan sekitar 10 %. Pada tahun 1970, kongres pemerintah USA membentuk badan peraturan yang disebut Keselamatan Pekerja dan Administrasi Kesehatan (The Occupational Safety and Health Administration = OSHA). OSHA membuat patokan-patokan yang mengatur keselamatan kerja pada perusahaan pabrik.
Warna-warna yang telah disyahkan OSHA untuk memberikan tanda peringatan bahaya tertentu :
  • Merah, digunakan untuk menandai :
    Alat perlengkapan perlindungan bahaya kebakaran.
    Tabung yang dapat dibawa-bawa yang berisi cairan yang mudah terbakar.
    Tombol dan saklar stop untuk keadaan darurat.
  • Kuning, digunakan untuk menandai :
    Perhatian dan bahaya fisik.
    Tabung bekas buang untuk bahan yang mudah meledak dan terbakar.
    Perhatian terhadap starting.
    Titik starting atau sumber daya mesin.
  • Orange, digunakan untuk menandai :
    Bagian yang berbahaya dari mesin.
    Pengaman tombol starter.
    Pemotong dan jepitan daya.
  • Ungu, digunakan untuk menandai :
    Bahaya radiasi.
  • Hijau, digunakan untuk menandai :
    Pengaman.
    Lokasi perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan.






Perlengkapan dan peralatan keselamatan kerja



1. pakaian kerja.

2. sabuk pengaman (safety belt).

3. topi/helm pengaman (safety helmet)
4. sepatu kerja.
5 alat penutup telinga.
6. sarung tangan.
7. kaca mata.
8. masker hidung.
9. alat bantu pernafasan (breathing apparatus).
10.penutup dada untuk las listrik.
11.jas hujan.
12.dan lain sebagainya

Pentanahan

Listrik adalah aliran elektron. Aliran arus listrik adalah seperti aliran air dari gunung ke lautan. Air selalu mencoba untuk mencari jalan ke lautan. Listrik selalu mencoba mencari jalan ke tanah. Rute yang diambil listrik disebut lintasannya ke tanah. Jika anda adalah bagian dari lintasan listrik ke tanah, listrik dapat mengalir memalui anda. Ini dapat menjadi kebakaran serius atau dapat membahayakan anda. Jika anda menyentuh kawat listrik yang beraliran sambil berdiri pada tanah, atau pada sesuatu yang bersinggungan dengan tanah maka anda akan menjadi bagian dari lintasan listrik ke tanah.
Pentanahan berkaitan dengan hubungan dari bagian-bagian instalasi pengawatan ke bumi (a common earth connection). Pada umumnya pentanahan bertujuan untuk melawan dua bahaya: kebakaran dan sengatan listrik. Bahaya kebakaran terjadi apabila ada kebocoran arus dari penghantar atau sambungan beraliran yang rusak. Bahaya sengatan listrik biasanya timbul ketika ada sedikit atau tidak ada arus yang bocor, karena tengangan yang menimbulkan arus muncul.
Suatu sistem pentanahan yang baik, apabila terjadi suatu kesalahan hubungan langsung menghasilkan hentakan arus yang tinggi. Arus ini memutuskan sakering atau melepaskan kait pemutus rangkaian sehingga terjadi rangkaian terbuka seketika.



Pertolongan pertama pada kecelakaan


Pertolongan pertama pada kecelakaan adalah perawatan seketika atau sementara yang diberikan kepada korban luka dan kesakitan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan hidup dan mencengah kondisi yang makin memburuk.
  1. Pendarah
Untuk menghentikan pendarahan gunakan tekanan langsung pada luka dengan menggunakan bantalan atau tangan anda. Angkatlah lengan kaki atau tangan yang terkena di atas kedudukan jantung.
  1. Luka bakar
Untuk tingkat awal atau permulaan tingkat kedua, celupkan daerah yang terkena luka pada air dingin atau gunakan bungkusan dingin untuk mengilangkan rasa sakit. Jangan memecahkan bagian yang melepuh. Untuk luka tingkat kedua daerah bagian melepuh terbuka dan semua luka tingkat ketiga, tidak boleh menggunakan air atau kotak dingin karena dapat meningkatkan kemungkinan sengatan dan infeksi.
  1. Sengatan listrik
Untuk perawatan sengatan listrik pertama matikan sumber daya, gunakan tongkat atau papan kering untuk menyingkirkan kontak listrik dari korban. Jangan menyentuh korban sampai sudah dipisahkan dari arus. Gunakan prosedur pertolongan pertama. Lakukan pernafasan buatan jika korban tidak bernafas. Pernafasan buatan motode dari mulut ke mult pada dasarnya sebagai berikut :
  1. Tempatkan korban pada posisi telentang, dan putar kepala serta bersihkan daerah kerongkongan.
  2. Miringkan ke belakang bagian belakang kepala korban untuk membuka aliran udara.
  3. Angkat dagu korban keatas supaya lidah tidak menghalangi aliran udara.
  4. Pencet lubang hidung korban sehingga tertutup untuk mencegah kebocoran udara ketika meniup.
  5. Tempelkan mulut Anda pada mulut korban.
  6. Hembus mulut korban sampai Anda melihat kenaikan dada.
  7. Lepaskan mulut ada untuk membiarkan pengeluaran udara.
  8. Ulangi 20 kali permenit amati untuk melihat naik turunnya dada sampai pernafasan alami mulai.
Pencengahan kebakaran
Pencengahan kebakaran adalah bagian penting dari setiap program keselamatan kerja. Kesempatan terjadinya dapat dikurangi dengan pemeliharaan yang baik. Anda harus tahu lokasi pemadam kebakaran dan bagaimana menggunakannya.




Undang-undang dan standar listrik
Dua lembaga yang bertanggung jawab untuk keselamatan kerja adalah National Fire Protection Association yang mendukung National Electrical Code (NEC), dan National Board Underwrites yang membentuk Underwrite's Laboratories.
NEC adalah sekumpulan prosedur, yang memimalkan kecelakaan akibat sengatan listrik, kebakaran, dan ledakan yang disebabkan oleh instalasi listrik. NEC berfungsi sebagai basis yang melaluinya pemerintah setempat berwenang membuat peraturan yang berkait dengan perlidungan keselamatan hidup para pekerja yang bekerja dengan atau menggunakan peralatan listrik. NEC merupakan peraturan, dikembangkan selama bertahun-tahun, yang dibangun untuk memberikan instalasi yang aman selama bertahun-tahun, yang dibangun untuk memberikan instalasi listrik yang aman dan praktis.
Produk–produk listrik pada umumnya harus melewati uji standarisasi untuk keamanan pemakaian. Salah satu organisasi yan terkenal adalah Underwrites Laboratories, yang ditunjukkan dengan symbol UL. Tujuan Underwrites Laboratories adalah untuk membangun, memelihara, dan mengoperasikan laboratorium untuk pemeriksaan bahan-bahan, alat produk, perlengkapan, konstruksi metode, dan system dengan mempertimbangkan bahaya yang mempengaruhi hidup dan property.